SEMINAR NASIONAL

SEMINAR  NASIONAL

Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo,

A.Kahar Mudzakkir bersama Bung Karno dalam Proses Penyusunan UUD 1945.

 

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA  ( DPR RI )  bekerja sana dengan Pimpionan  Pusat Muhammadyah  dalam rangka pengusulan Pahlawan Nasional  Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, Abdul Kahar Mudzakkir  mengadakan seminar nasional  pada : Kamis  6 September 2012 pada pukul 09.00 – 13.30 bertempat  di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD  Komplek Parlemen Senayan.

Seminar nasional tersebut diikuti dari berbagai kalangan, diantaranya  beberapa pimpinan lembaga Negara, termasuk  anggota DPD RI,  Guru, serta masyarakat umum yang berjumlah sekitar 200 orang. Termasuk  beberapa  Guru Sejarah  SMA yang tergabung dalam MGMP Sejarah DKI. Sayangnya  tidak berkumpul pada satu tempat.

Kegiatan ini  di laksanakan oleh panitia nasional yang diketuai  oleh  Dr.(HC) A.M. Fatwa, Pimpinan Pusat Muhammadyah, juga seorang tokoh nasional Wakil Ketua MPR RI periode 2005 – 2009,  Anggota DPD RI periode 2009 – 2014  senator DKI Jakarta.

Seminar nasional ini dibuka oleh  Ketua DPD RI  H. Irman Gusman, SE,MBA,  Disamping itu  juga member sambutan  : Ketua  Umum Pimpian Pusat Muhammadyah   Prof.Dr. Din Syamsudin, Ketua MK. Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, serta  Sambutan oleh  Ketua MPR RI yang diwakili oleh  wakil Ketua  Hj. Leimena  yang  juga adalah putri  pahlawan nasional  Dr. J. Leimena. ( mantan  Waperdam III  Orde Lama )

Pada intinya  semua tokoh nasional tersebut memberi  dukungan  agar  tokoh-tokoh  yang diseminarkan untuk diusulkan  dan disetujui  menjadi  Pahlawan Nasional.

Pada sesi  paparan,  dihadirkan pakar-pakar sejarah  yaitu  : Prof Dr. Anhar Gonggong, Prof Dr. R.M. AB Kusuma , Prof.Dr. Moh.Mahfud MD, Dr. Asvi Warman Adam dengan  moderator  Lukman Hakiem.

Dari paparan dapat disimpulkan juga  dengan  berbagai  latar belakang  peranan tokoh tersebut mendukung  pemberian gelar  Pahlawan Nasional. Hanya pada ungkapan Dr. Asvi Warman Adam dari LIPI, kurang mendukung pemberian  gelar pahlawan Nasional untuk  Bung Karno. Alasannya  Bung Karno sudah dianugrahi  sebagai Pahlawan Proklamator   ( hanya  Sukarno dan M. Hatta ) yang memiliki kedudukan lebih tinggi.  Setelah paparan dilanjutkan dengan  tanyajawab  dari peserta. Cukup banyak peserta  yang ingin menyampaikan tanggapan, karena terbatasnya waktu, hanya lia orang yang berkesempatan menyam[paikan pendapat. Diantaranya  ada yang ingin mengusulkan tokoh lain  sebagai pahlawan nasional seperti  Mr Asaat  yang pernah menjadi  presiden RI pada masa terbentuknya RIS, juga tokoh-tokoh lain yang banyak kita  baca dalam dokumen sejarah.

 

Sebagai  guru sejarah yang cukup banyak membaca  peranan tokoh-tokoh sejarah sepertinya memberi dukungan  terhadap tokoh-tokoh yang diseminarkan untuk dianugrahi gelar  Pahlawan Nasional, bahkan kalau perlu tokoh tokoh lain yang memiliki peranan dalam mencapai kemerdekaan , menegakkan kedaulatan Negara, atau kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat dalam kehidupan  masyarakat  juga perlu diusulkan sebagai pahlawan nasional. Sudah tentu  juga harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahkan beberapa tokoh  di daerah pun perlu dipelajari peranannya dan diungkap peranan secara nasional. Untuk generasi muda ,  dimunculkannya  tokoh-tokoh dalam sejarah sebagai pahlawan nasional perlu disikapi dan meneladaninya, terutama kiprahnya dalam menegakkan  kebenaran .

Beberapa dokmumen  yang dapat  disiapkan  oleh penulis  antara lain  :

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s