DISKUSI SEJARAH

Dalam rangka  menambah  refrensi   pembelajaran khususnya berhubungan dengan tokoh-tokoh sejarah,  MGMP  Sejarah  DKI Jakarta bekerjasama dengan AGSI dan ISSI mengadakan  Diskusi Sejarah  guna menyempurnakan  buku bahan ajar tentang  Kihajar Dewantara. Kegiatan ini dilaksanakan  dengan dukungan  Kepala Sekolah  dan jajaran SMA Negeri 6 Jakarta pada  hari Jumat, 21 September 2012.

Rencana awal kegiatan ini  disiapkan 2 orang  narasumber yaitu  Drs. Taat  dari ISSI dan Dr. Ratna Hapsari M.Si. dari  AGSI. Tapi kerena beberapa hal  narasumber yang  hadir hanya Dr. Ratna Hapsari, M.Si.

Peserta diskusi  dengan  jumlah  terbatas, yang diundang hanya  20 orang peserta, walaupun yang hadir hanya 18 orang.    Agar peserta diskusi dapat memmberi masukan dan saran, draf buku sudah disebarkan terlebih dahulu. . Sebagai moderator  pada diskusi tersebut  adalah  Drs. Listyanto, M.Si didukung  oleh

I Wayan Sumendra sebagai notulis merangkap  dokumentasi.

Menurut  Narasumber  Dr. Ratna Hapsari, M.Si , dipilihnya Kihajar Dewantara sebagai topik  ( judul buku )  karena  tokoh tersebut  sebagai tokoh multi talenta.  Diuangkapkan sekilas bahwa  setelah gagal menjadi seorang dokter, karena menjelang Ujian sakit-sakitan, beralih menjadi seorang  jurnalis. Kisahnya  KHD mulai lahir sampai dengan diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Pengajaran

Buku ini masih banyak yang belum terselesaikan dan belum sempurna, sehingga diharapkan  semua yang hadir  dapat memberi sumbang saran.

Dari hasil diskusi dan koreksi tersebut , dapat disarikan masukan-masukan untuk penyempurnaan  buku yang dimaksud  :

  1.  Drs. Sugino  dari MAN 6  Jakarta, mengoreksi tentang  salah ketik di halaman 4 kata paranedene, kemudian menyarankan  agar  sistem Among  yang dikembangkan oleh  KHD  yaitu Ing ngarso sing tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut Wuri Handayani  sangat perlu ditonjolkan karena menjadi landasan  sistem pendidikan yang masih sangat relevan.
  2. Dra Hj. Sitti Fadillah, M.Pd  dari SMA Negeri 91 menyarankan agar pendidikan sistem Belanda diuangkapkan sedikit karena  memiliki nilai positif terutama penegakkan disiplin. Disamping pengungkapan peranan  Nyonya  KHD masih sangat kurang, oleh karena itu diusulkan dimunculkan.
  3. Drs. Yusran Thaib  dari  SMA  Negeri 34  mengungkapkan tentang sistem pendidikan Belanda dilihat dari segi  positifnya, terutama penanaman nilai nasionalisme melalui pembelajaran tentang tokoh sejarah dan lagu kebangsaannya. Bahkan  karena semangatnya,  beliau  sampai menyanyikan  lagu kebangsaan Belanda.
  4. Drs. Zein Ilyas   dari  Al Azhar   : Buku ini sangat bagus karena ada timeline nya ,  Untuk  bagian yang kosong, biarkan kosong untuk memberi  kesempatan pada  siswa ( pemakai ) melengkapinya sebagai tugas.  Kita menekankan pada prosesnya bukah hasilnya, sehingga apapun nanti isinya oleh siswa  tidak masalah. Perlu ditambahkan untuk  tokoh  Deuwes Dekker  (DD ) . karena walaupun namanya asing ( Belanda ) tetapi berjuang untuk tanah airnya ( Indonesia ) bersama Dr. Cipto.   Dalam majalah Tempo pernah dibahas bahwa “ Pergerakan nasional Indonesia justru dimulai dari  tokoh  DD.
  5. Dra. Sriyarti, M.Pd  SMA 48. Karena sasaran kita untuk siswa, disarankan agar  menggambarkan kondisi pendidikan saat ini  ( walaupun sekilas ) terutama perkembangan dengan  Taman Siswa saat ini.  Sehingga siswa dapat  melihat perkembangan  pendidikan  khususnya Taman siswa dari dulu sampai sekarang sebagai salah satu lembaga pendidikan yang paling bersejarah di Indonesia.  Kemudian  halaman yang kosong, bila  menugaskan siswa untuk melengkapinya, perlu ada petunjuk agar lebih terarah.
  6. M. Shobirienur,  SMA labschool  Kebayoran  : Menurut  Prof Imam Santoso, Pendidikan yang paling normal adalah pendidikan masa Belanda, terutama penanaman karakter bangsa. Tingkat SMA  jaman Belanda sama dengan  mahasiswa sekarang. Oleh karena itu perlu diuangkapkan  sekilas tentang pendidikan Belanda. Kemudian hubungkan dengan sistem Among yang dikembangkan oleh Taman siswa. Mengenai gambar, perlu dikoreksi tentang pakaian rakyat jelata  yang  menggunakan  celana dibawah lulut, tapi sebenarnya itu adalah pakaian  orangtua dan orang Belanda  ( adegan main bola )
  7. Drs. Yudi Sofyan   SMA 43 ,  buku sudah sangat bagus, kontennya , disarankan jangan terlalu berat, kemudian perlu ada beberapa yang  “ ditebalkan “ ( bolt ) untuk menandai bagian –bagian penting.  Untuk unsur rekreasi karena ada beberapa gambar  daerah tertentu,  mungkin dapat diperbanyak agar siswa  dapat membayangkan tentang daerah lain masa lalu. Masalah “pluralismemungkin perlu disinggung melalu  pemaparan tentang  Deuwes Dekker  baik biografinya  maupun peranannya, serta kaitannya dengan  kondisi saat ini.
  8. Dra. Purwani, SMA 25 .  Menyarankan agar dibagian depan  digambarkan  tentang kondisi pendidikan saat ini agar siswa dapat membandingkan . Kemudian tentang penulisan angka tahun  ( hal 22 )
  9. Drs. Adi Priyono  SMA 13,  saran  : penulisan buku ini disesuaikan dengan metodologi penulisan sejarah  ( historiografi ), kemudian gambar-gambar dapat dibuat lebih jelas ( diperjelas )

Demikian antara lain  masukan dari  peserta diskusi penyempurnaan  Buku  KIHAJAR DEWANTARA.  Yang pada dasarnya seluruh  peserta  mendukung  dan menunggu  hasil  yang sudah lebih  sempurna.

 

Disarikan  oleh  : I Wayan Sumendra

                               Sekretaris  MGMP Sejarah  DKI.

 

Catatan   : Apabila  ada yang salah  mencatatkan  dan atau  masih bersedia  member masukan, silahkan  melalui  :  mgmpsejdki@yahoo.co.id,   iwayansumendra@yahoo.co.id,   081519517551

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s