WORKSHOP KESEJARAHAN TINGKAT NASIONAL OLEH DIREKTORAT SEJARAH

Direktorat Sejarah Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Workshop Kesejarahan yang dihadiri oleh Guru Sejarah perwakilan 33 propinsi masing-masing 2 orang guru Sejarah. Untuk DKI Jakarta, kebetulan diwakili oleh Sekretaris dan Korwil yaitu I Wayan Sumendra dan Dra Sri Yarti, M.Pd.
Kegiatan Workshop dilaksanakan mulai Selasa – Kamis tgl 20 – 23 Mei 2014 di “ Palace Hotel “ Cipanas Jawa barat. Pada hari pertama dan kedua dilakukan penyampaian materi oleh beberapa pakar dibidangnya, sehingga guru-guru mendapatkan beberapa tambahan ilmu seperti : Prof. Dr. S. Hamid Hasan dari UPI yang menyampaikan materi Kurikulum Sejarah Wajib dan Sejarah Peminatan Kurikulum 2013. Beliau , merupakan salah seorang narasumber yang sudah sangat dikenal dikalangan Guru-Guru Sejarah di DKI khususnya, karena sering menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan Kesejarahan oleh MGMP Sejarah DKI Jakarta .
Kemudian ada Prof Dr. Dadang Supardan, juga dari UPI salah seorang narasumber yang membahas materi tentang Implementasi metode-metode Pembelajaran Sejarah. Walaupun untuk guru di Jakarta belum banyak mengenalnya, tapi merupakan ahli dalam bidang “ Strategi Pembelajaran Sejarah” . Penyampaian beliau sangat menarik yang setiap bagian bahasan selalu diselingi dengan lagu. Sehingga tanpa terasa 2 jam lebih bersama beliau. Untuk mendukung pembelajaran Sejarah dibahas tentang “Peranan PETA dalam pembelajaran” yang disampaikan oleh Didik Pradjoko, M.Hum dari UI. Walapun gaya penyampaiannya berbeda dengan narasumber sebelumnya yang turun ke floor, tetap memberikan tambahan wawasan dan memperkaya strategi dalam pembelajaran. Tapi sayang salah seorang Profesor lain tidak hadir yaitu Prof.Dr. Hari Truman sehingga materinya disampaikan oleh Didik Pradjoko yang mengaku asistenya. Selanjutnya ada Prof. Dr. Susanto Zuhdi dari UI, berduet dengan Dr. Supratikno Rahardjo didukung oleh moderator Drs. Lutfi Yondri , M.Hum seorang peneliti utama yang membahas materi Unsur Geografi dalam pempelajaran sejarah di sekolah ( Susanto Zuhdi ), Sementara Dr. Supratikno Rahardjo membahas materi masa klasik ( Hindu Budha ) di Indonesia dan permasalahannya dalam penulisan buku ajar. Sebelumnya ada Profesor muda dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang merupakan guru besar Filologi yaitu Prof Dr. Oman Faturahman menyampaikan materi berkaitan dengan Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia yang menyoroti tentang sumber-sumber sejarah berupa manuskrip. Beliau banyak memberikan contoh-contoh sumber sejarah kerajaan Islam di Indonesia. Walaupun mungkin belum semua materi dapat terserap oleh semua guru yang hadir, minimal ada informasi baru yang didapat untuk memperkaya wawasan sebagai bekal untuk mengajar di daerah masing-masing. Apalagi panitia menyiapkan handout sebagai pendukung, ditambah lagi dengan beberapa materi dalam bentuk sofcopy.
Yang lebih mengesankan dan menarik adalah kegiatan mengunjugi situs sejarah yang baru di kembangkan yaitu Situs Megalitikum Gunung Padang. Sebagian besar bahkan mungkin semua peserta belum pernah mengunjungi situs tersebut. Kegiatan kunjungan tersebut dilaksakan pada Kamis, 22 Mei 2014 yang dipandu oleh seorang arkeolog yang ikut dalam penelitian situs tersebut, yaitu Drs. Lutfi Yondri, M.Hum. ( Arkeolog UI )
Sebelum kunjungan, peserta dibekali dengan beberapa informasi oleh Drs. Lutfi dengan memaparkan dalam bentuk powerpoint tentang situs Gunung Padang yang akan dikunjungi.
Perjalanan menuju lokasi memang lumayan jauh dari Hotel, sekitar 2 jam perjalanan dengan jalan kurang mulus. Lepas dari perjalanan tersebut, semua peserta sepertinya mengagumi situs tersebut walaupun kondisinya tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya, karena hanya terdiri dari balok-balok batu yang sebagian tersusun dan sebagian besar berserakan. Tapi berkat penjelasan pemandu dan juga dari ahlinya pak Lutfi, peserta dapat memahami kondisi tersebut. Sebagai situs sejarah, apalagi masa megalitikum, melihat kondisi yang ada terbayangkan masyarakat pendukungnya baik dari segi politik, sosial, ekonomi serta kebudayannya termasuk masalah kepercayaannya.
Melihat hal tersebut timbul keinginan kami sebagai peserta mewakili DKI Jakarta untuk mengajak teman-teman guru juga berkunjung ke sana. Yakinlah akan banyak manfaatnya untuk pembelajaran masa praaksara dan juga sebagai pendukung pembelajaran sejarah lokal.
Agar teman-teman bisa memanfaatkan apa yang didapat, mungkin dapat membuka file dari masing-masing.

Kepada  bapak-bapak narasumber, kami mohon maaf karena tanpa ijin mempublikasikan naskah yang disampaikan pada kegiatan tersebut diatas, dengan cara inilah kami dapat menularkan informasi ke taman-teman guru baik yang ada di Jakarta maupun mungkin secara nasional
Demikian, terima kasih.

Sekretasis

I Wayan Sumendra

DSCN0432 DSCN0431 DSC_0172 DSC_0142 DSC_0141 DSCN0403 DSCN0426 DSCN0425 DSC_0125 DSC_0124 DSC_0123

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s