Kegiatan Kunjungan Guru-guru Sidoarjo. Nitip dulu

Dalam rangka mengembangkan wawasan berkaitan dengan pembelajaran, Guru-guru kabupaten Sidoarjo jawa Timur yang terkoordinir oleh MGMP Sejarah Sidoarjo mengadakan kunjungan ke beberapa obyek bersejarah khususnya museum yang ada di jakarta dan studi banding ke salah satu sekolah di Jakarta. Untuk kegiatan tersebut , MGMP kab. Sidoarjo bekerjasama dengan MGMP Sejarah DKI Jakarta sebagai menunjuk jalan, yang dalam hal ini dibantu oleh Ketua Drs, Warsono dan sekretaris I Wayan Sumendra.
Terus begini ceritanya :
Jam 07.10 kami sudah nunggu di stasiun Senen, sementara kereta api yang mengangkut guru-guru baru tiba pukul 08.05. setelah bersih-bersih di stasiun rombongan meninggalkan stasiun menuju Kota tua. Dilihat dari waktu rombongan dengan bis Hiba berangkat lebih awal sekitar 30’ dari jadwal . Perjalanan memakan waktu sekitar 60 menit. Untuk makan pagi dilakukan dalam perjalanan dari stasiun ke kota tua sehingga tidak menggunakan waktu khusus makan pagi. Sampai di kota tua, rombongan langsung menuju ke salah satu museum yaitu museum wayang. ( Kota terdiri dari beberapa museum yang dulunya dikenal sebagai museum Fatahillah atau museum Jakarta )pada pagi hari itu yang kebetulan hari minggu, sudah cukup ramai yang diiringi dengan hujan gerimis. Dari musem Wayang, baru berpindah ke museum utama yaitu museum Jakarta. Setelah urusan administrasi selesai rombongan dipandu oleh pemandu melalui pintu khusus ( bagian samping ). Rombongan menyusuri sudut-sudut museum dengan berbagai penjelasan dari pemandu. Cukup banyak yang didapat ( informasinya ) dari kunjungan tsb. Sayangnya waktu yang tersedia tidak cukup sehingga belum semua sudut dapat dikunjungi termasuk rencana ke museum “ Bank Mandiri “ pun dibatalkan.
Dari Museum Kota Tua, kami menuju Museum nasional ( dikenal sebagai Museum Gajah ) Disini rombongan disambut oleh petugas museum yang ramah, sama dengan di kota tua, setelah menyelesaikan urusan administrasi, rombongan dibebaskan ke semua sudut museum, karena pada setiap bagian sudah siap pemandu yang akan memberikan informasi tentang koleksi museum. Peserta sangat antusias memperhatikan koleksi museum bagian depan berupa berbagai prasasti, patung, simbul sebagai sumber sejarah beberapa kerajaan besar atau kecil yang pernah berkembang di wilayah Nusantara. Peserta sangat mengagumi peninggalan dari logam terutama berupa patung/arca kecil didalam ruangan kaca. Kami membayangkan betapa tingginya kebudayaan dan peradaban moyang kita dulu. Seluruh koleksi yang ada mencerminkan peradaban kita di masa lalu, termasuk adanya hubungan persahabatan dengan kerajaan lain seperti China-India dll. Ini terbukti banyaknya koleksi museum berupa keramik China, dan kerajaan-kerajaan di Asian Tenggara. Dengan waktu yang sangat terbatas, sebagian kecil rombongan menyempatkan diri menuju lantai 3 dengan koleksi perhiasan dari Emas. Menurut pemandu di ruang itu, koleksi yang dipamerkan sebagian besar adalah duplikat sementara aslinya tersimpan untuk keamanan. Sangat banyak dan sangat mengagumkan dengan pernak-pernik emas, disamping ada koleksi berupa berbagai senjata yang gagangnya bertahtakan emas dan permata. Wapaupun rasanya belum puas di Museum Gajah, kami bergeser ke Monumen nasional ( Monas ) sebagai sentralnya kota Jakarta. Sayangnya rombongan terpencar sehingga tidak dapat ceritrakan. Hanya pada saat kembali ke Bus, ada beberapa rombongan sudah memborong oleh-oleh sebagai kenangan. Tidak lama di Monas, rombongan menuju ke penginapan yaitu di Gedung LPMP DKI Jakarta, jln. Nangka Pasar Minggu Jakarta Selatan

Hari II
Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke SMA 48 Jakarta. Disini rombongan disambut oleh manajemen SMA 48 dengan hangat dan ramah. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan staff. Acara resmi dilaksanakan di ruang AV dengan acara pembukaan, sambutan perwakilan rombongan serta paparan pembelajaran Sejarah. …………………….. dst. Dari SMA 48 Jakarta, rombongan menuju Museum Pancasila Sakti Lubang Buaya. Perjalanan memakan waktu hanya sekita 30 menit. Keadaan museum cukup sepi, tidak banyak pengunjung karena kebetulan hari Senin bukan hari libur. Pertama rombongan langsung menuju ke cungkup sumur maut, dinama para jendral ayng menjadi korban keganasan PKI dikubur. Kemonumennya, serta beberapa bangunan peninggalan yang katanya untuk tempat penyiksaan para jendral sebelum dibunuh. Serta ada dapur umum untuk menyiapkan konsumsi kelompok PKI. Sangat disayangkan saat itu tidak ada pemandu ayng memberikan informasi. Kemudian rombongan sempat juga mengunjungi museumnya yang memamerkan diorama beberapa kegiatan PKI di berbagai daerah sampai dengan peristiwa G.30.S/PKI. Beberapa tokoh, beberapa ornamen terkait dengan kegiatan PKI. Sangat disayangkan tidak semua anggota rombongan sempat melihat beberapa meninggalan korban PKI seperti pakaian yang digunakan ketika terjadi penculikan dan pembunuhan. Setelah lelah di Monumen Pancasila sakti, disepakati dan diputuskan tidak berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ) karena terbatasnya waktu. Rombongan langsung menuju ke Arsip nasional RI ( ANRI ) yang berada di Jln. Ampera, Cilandak Jaksel. Rombongan sempat sholat di Masjid di lingkungan APDN . Di Gedung ANRI rombongan di dampingi oleh pemandu yang sangat menguasai koleksi dan terkait dengan Sejarah. Dari paparan tsb rombongan sepertinya mendapatkan pencerahan dari mulai masa kerajaan sampai dengan proklamasi. Sumber di ANRI sangat lengkap, Sayangnya karena terbatasnya waktu, rombongan hanya berkeliling di lingkungan peristiwa Sejarah dan belum sempat menyaksikan koleksi-koleksi lainnya. Dari penjelasan sang pemandu yang cukup mahir, rombongan mendapatkan pengetahuan baru terutama terkait dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi serta analisis yang kontoversial. Banyak hal dapat kita pelajari, banyak hal yang dapat kita ketahui dari sumber tesebut, dan banyak hal yang sebenarnya dapat kita lakukan untuk negeri ini sesuai dengan profesi kita masing-masing. Dari ANRI berakhirlah kunjungan guru-guru , langsung menuju ke penginapan siap untuk kembali ke kota Sidoarjo, siap untuk melaksanakan tugas dengan informasi tambahan yang didapat selama kunjungan tersebut.

Terima kasih **

** sayangnya dokumentasi yang dimiliki penulis sangat terbatas karena alatnya ( kamera ) rusak.

DSCN1267

DSCN1269

DSCN1270

DSCN1271

DSCN1272

DSCN1273

DSCN1274

DSCN1275

DSCN1276

DSCN1277

DSCN1278

DSCN1279

DSCN1280

DSCN1281

DSCN1282

DSCN1283

DSCN1284

DSCN1285

DSCN1286

DSCN1287

DSCN1288

DSCN1289

DSCN1290

DSCN1291

DSCN1292

DSCN1293

DSCN1294

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s