WISATA SEJARAH Keraton Solo

Kasunanan Surakarta ( keraton Solo )

Hari berikutnya, Sabtu 26 Maret 2016 dengan tujuan pertama dan utama kedua adalah Keraton Solo dengan pasar Klewer nya. Setelah sarapan pagi, rombongan berangkat dengan durasi waktu sekitar 30 menit perjalanan, sehingga rombongan harus menunggu lokasi dibuka.
Keraton Kasunan Surakarta terletak di pusat kota Solo, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Pembangunan keraton dilakukan dari tahun 1743 hingga 1745. Konstruksi bangunan keraton menggunakan bahan kayu jati yang diperoleh dari Alas Kethu di dekat kota Wonogiri.
Arsitek keraton ini adalah Pangeran Mangkubumi, kerabat Susuhunan (raja Solo) yang kelak memberontak dan berhasil mendirikan kesultanan Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwana I. Jadi tidak mengherankan jika bangunan kedua keraton memiliki banyak kesamaan. Setelah pembangunan selesai, keraton baru yang diberi nama Keraton Surakarta Hadiningrat tersebut resmi digunakan oleh raja pada tanggal 17 Februari 1745.
Bila ingin mengunjungi keratin ini, pengunjungharusmematuhi berbagai peraturan seperti tidak memakai topi, kacamata hitam, celana pendek, sandal, serta jaket. Bila sudah terlanjut bercelana pendek dapat meminjam kain bawahan untuk digunakan selama mengelilingi kawasan keraton.
Mengunjungi keraton Solo dari arah depan bisa terlihat susunan kota lama khas Jawa: sebuah bangunan keraton yang dikelilingi oleh alun-alun, Pasar Klewer, dan Masjid Aung Surakarta. Memasuki bagian depan keraton, terdapat bangunan Sasana Sumewa dan sebuah meriamberbahan perunggu bernama Kyai Rancawara. Bangunan ini dulu digunakan sebagai tempat Pasewakan Agung, yaitu pertemuan antara Raja dan para bawahannya. Di tempat ini pengunjung masih bisa melihat Dhampar Kencana (singgasana raja) yang terletak di Siti Hinggil Lor. Pengunjung tidak boleh menaiki area ini sebab tempat itu sangat dihormati dan dianggap keramat.
Dari Siti Hinggil, pengunjung akan memasuki Kori Renteng, Kori Mangu, dan Kori Brojonolo. Mereka yang melewati pintu-pintu ini diminta untuk meneguhkan hati, membuang rasa ragu, dan memantapkan pikiran untuk selalu waspada. Sesudah itu, pengunjung sampai di pelataran Kamandungan Lor, kemudian Sri Manganti, dan akhirnya museum keraton bernama MuseumKeratonSurakarta Hadiningrat.
Dalam museum pengunjung dapat menyaksikan benda-benda peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta dan beberapa fragmen candi yang ditemukan di Jawa Tengah. Koleksinya antara lain alat masak abdi dalem, senjata-senjata kuno yang digunakan keluarga kerajaan, juga peralatan kesenian. Koleksi menarik lain adalah kereta kencana, topi kebesaran Paku Buwana VI, Paku Buwana VII, serta Paku Buwana X.
Selanjutnya pengunjung bisa ke Sasana Sewaka yang berada di samping museum. Pada halaman Sasana Sewaka wisatawan harus melepaskan alas kaki untuk berjalan di hamparan pasir halus yang diambil dari Gunung Merapi dan Pantai Parangkusumo. Di sini, pengunjung dilarang mengambil atau membawa pasir halus tersebut.
Terakhir, ada menara yang disebut Panggung Sanggabuwana. Konon, menara digunakan oleh Susuhunan untuk bersemedi dan bertemu Nyai Rara Kidul, penguasa Pantai Selatan. Selain sebagai tempat semedi, menara ini juga berfungsi sebagai menara pertahanan untuk mengontrol keadaan di sekeliling keraton.Keluar dari keraton, beberapa anggota rombongan membeli kenang-kenangan batik yang harganya bervariasi dan terjangkau.
Dari Keraton rencananya ada dua lokasi kunjungan yaitu Astana Giri Bangun ( makam penguasa Orde Baru : Suharto dan Istri ) serta museum Kars. Perjalanan ke museum Kars ternyata cukup lama sekitar 2 jam perjalanan , ada didaerah Pracimantoro Wonogiri. Perjalanan melewati desa dan daerah serta rumah tempat bermainnya Suharto. Rumah Pak De Suharto dimana beliau tinggal didaerah ini saat kecil, sekarang berdiri sebuah pendopo dan dijadikan museum wayang. Semua jenis wayang katanya ada di tempat tsb. Dipandu oleh petugas, rombongan dapat melihat berbagai koleksi museum dan informasi dari pemandu.
Berikut sebagian kecil dari koleksi keraton .

DSCF7018

DSCF7020

DSCF7021

DSCF7022

DSCF7023

DSCF7024

DSCF7025

DSCF7026

DSCF7027

DSCF7028

DSCF7029

DSCF7030

DSCF7031

DSCF7032

DSCF7033

DSCF7034

DSCF7035

DSCF7036

DSCF7037

DSCF7038

DSCF7039

DSCF7040

DSCF7041

DSCF7042

DSCF7043

DSCF7044

DSCF7045

DSCF7046

DSCF7047

DSCF7048

DSCF7049

DSCF7050

DSCF7051

DSCF7052

DSCF7053

DSCF7054

DSCF7055

DSCF7056

DSCF7057

DSCF7058

DSCF7059

DSCF7060

DSCF7061

DSCF7062

DSCF7063

DSCF7064

DSCF7065

DSCF7066

DSCF7067

DSCF7068

DSCF7069

DSCF7070

DSCF7071

DSCF7072

DSCF7073

DSCF7074

DSCF7075

DSCF7076

DSCF7077

DSCF7078

DSCF7079

DSCF7080

DSCF7081

DSCF7082

DSCF7083

DSCF7084

DSCF7085

DSCF7086

DSCF7087

DSCF7088

DSCF7089

DSCF7090

DSCF7091

DSCF7092

DSCF7093

DSCF7094

DSCF7095

DSCF7096

DSCF7097

DSCF7098

DSCF7099

DSCF7100

DSCF7101

DSCF7102

DSCF7103

DSCF7104

DSCF7105

DSCF7106

DSCF7107

DSCF7108

DSCF7109

DSCF7110

DSCF7111

DSCF7112

DSCF7113

DSCF7114

DSCF7115

DSCF7116

DSCF7117

DSCF7118

DSCF7119

DSCF7120

DSCF7121

DSCF7122

DSCF7123

DSCF7124

DSCF7125

DSCF7126

DSCF7127

DSCF7128

DSCF7129

DSCF7130

DSCF7131

DSCF7132

DSCF7133

DSCF7134

DSCF7135

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s